Beliau menjawab, “Ini bukanlah kemashalahatan bahkan merupakan kerusakan dan mengacaukan bagi kaum muslimin” (sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/33237)
Catatan:
1.Kota Mekkah memiliki keutamaanNabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika penaklukan kota Mekkah,
إِنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ
السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya kota ini, Allah telah memuliakannya pada hari
penciptaan langit dan bumi. Ia adalah kota suci dengan dasar kemuliaan
yang Allah tetapkan sampai hari Kiamat “. (HR Al-Bukhari, no. 3189; Muslim, 9/128, no. 3289)Allah Ta’ala juga berfirman,
إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ
الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ
أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekkah)
Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan
aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (An-Naml: 91)Allah juga telah menjadikan Mekkah negeri yang aman dan tetap dalam perlindungan Allah. Ini merupakan doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam,
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata : “Ya Rabb-ku, jadikanlah
negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak
cucuku daripada menyembah berhala-berhala”. (Ibrahim: 35)
2.Orang kafir memang di larang memasuki kota Mekkah
Allah Ta’ala berfirman dalam surat:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang
musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil haram
sesudah tahun ini (yaitu tahun penaklukan kota Mekkah)” (At-Taubah :28)At-Thabari rahimahullah menafsirkan,
فلا تدعوهم أن يقربوا المسجد الحرام بدخولهم الحرم . وإنما
عنى بذلك منعهم من دخول الحرم ، لأنهم إذا دخلوا الحرم فقد قربوا المسجد
الحرام .
“Janganlah kalian biarkan mereka (orang kafir) mendekati masjidil
haram dengan masuk ke kota Mekkah. Maka perhatikanlah larangan kepada
mereka memasuki kota Mekkah karena jika mereka masuk, mereka akan
mendekati Masjidil Haram.” (Tafsir At-Thabari 19/141, Muassasah Ar-Risalah, Syamilah)Demikian semoga bermanfaat
@Pogung Dalangan, Yogyakarta tercinta
***
Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Artikel www.muslim.or.id
