Awas Faktor Pemicu Kesyirikan!
Jurus Penyesatan Iblis
Ketahuilah, bahwa Iblis telah memasang berbagai jenis perangkap untuk
menggiring manusia menuju neraka. Perangkap setan yang paling berbahaya
ialah perangkap kesyirikan. Dari jalan inilah manusia di muka bumi ini
banyak disesatkan. Alloh berfirman, “Sesungguhnya orang yang
mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka pasti Alloh mengharamkan
kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi
orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (Al Maidah: 72)
Berikut ini beberapa jalan yang akan menuntun seseorang ke dalam lembah kesyirikan. Wal ‘iyadzu billah.
Berlebih-Lebihan Terhadap Orang-Orang Shalih
Sikap ekstrim dengan mengagungkan orang shalih adalah fenomena yang
amat lazim kita temui, baik dulu maupun sekarang. Awalnya manusia sejak
terusirnya nabi Adam ke bumi adalah masih dalam keadaan Islam. Ibnu
Abbas berkata, “Dalam rentang waktu di antara nabi adam dan Nuh itu ada sepuluh generasi. Semuanya masih dalam keadaan islam.”
(HR. Hakim) Setelah itu menyebarlah kesyirikan di bumi untuk kali
pertamanya dengan sebab sikap ekstrim tersebut. Maka Alloh mengutus Nuh ‘alaihis salam
yang menyeru untuk beribadah hanya kepada-Nya dan melarang peribadahan
kepada selain-Nya. Tetapi kaum nabi Nuh justru membantahnya. “Dan
mereka berkata: ‘Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan)
tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan
(penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr’.” (Nuh: 23)
Inilah nama-nama orang sholih yang ada pada kaum nabi Nuh ‘alaihis salam.
Tatkala mereka meninggal, setan membisikkan kepada kaum ini untuk
membuat gambar dan patung orang-orang shalih tersebut pada tempat ibadah
mereka kemudian menamainya sesuai nama-nama mereka. Mereka beralasan
dengan melihat dan mengenang patung serta gambar tersebut, mereka dapat
meningkatkan semangat ibadah kepada Alloh. Dalam fase ini mereka belum
menyembahnya, sampai kemudian generasi ini meninggal dan bergantilah
generasi selanjutnya serta orang tidak lagi mengenal ilmu tauhid, akhirnya patung-patung tersebut disembah.
Sesungguhnya setan mengajak untuk bersikap ekstrim terhadap
orang-orang shalih dan mengajak untuk beribadadah kepada kubur. Mereka
membisikkan ke dalam hati manusia bahwa sesungguhnya membuat bangunan di
atas kubur dan beri’tikaf di dekatnya adalah salah satu tanda cinta
terhadap para nabi dan orang shalih. Begitupula berdoa di samping kubur
itu mustajab (akan terkabul). Setelah itu setan memindah mereka
dari tingkatan ini menuju berdoa dan bersumpah kepada Alloh dengan nama
penghuni kubur tesebut. Tatkala hal ini tertanam dalam benak mereka,
setan menggiring mereka untuk berdoa dan meminta kepada penghuni kubur
serta meminta syafaat kepada selain Alloh, mengambil kuburan sebagai
berhala atau tempat bergantung, thowaf (mengelilingi) di
kuburan, menciuminya dan menyembelih hewan di sisinya. Setelah tahap
ini, setan kemudian menggiring mereka menuju tingkat keempat, yaitu
menyeru kepada manusia untuk beribadah kepada kubur dan menjadikannya
sebagai tempat perayaan. Setelah itu membisikkan pada mereka bahwa siapa
saja yang melarang hal-hal di atas, berarti mencela para nabi dan orang
shalih yang merupakan orang-orang mulia (Lihat Nurut Tauhid wa Zhulumatus Syirk karya Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthany).
Membangun Masjid di Atas Kubur dan Membuat Gambar di Dalamnya
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mengingatkankan
bahaya membangun masjid di atas kubur dan menjadikan kubur sebagai
masjid (baca: tempat untuk beribadah), karena ibadah kepada Alloh di
dekat kubur orang-orang shalih merupakan hal yang dapat menjerumuskan ke
dalam peribadatan kepada mereka. Tatkala Ummu Habibah dan Ummu Salamah
menceritakan kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tentang gereja yang ada di Habasyah (Ethiopia) yang di dalamnya terdapat gambar-gambar, beliau berkata, “Sesungguhnya
mereka itu ketika seorang shalih di kalangan mereka meninggal, mereka
membangun masjid di atas kuburnya, kemudian membuat gambar di dalamnya.
Merekalah sejelek-jelek makhluk di sisi Alloh pada hari kiamat.” (HR. Bukhori, Muslim). Bahkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam memperingatkan umatnya tatkala di akhir hayatnya. Beliau berkata, “Alloh melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani. Mereka menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjid”. Aisyah berkata, “Beliau memperingatkan dari perbuatan mereka.” (HR. Bukhori, Muslim). Beliau juga bersabda sebelum wafat, “Ketahuilah
bahwa sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menjadikan kubur para
nabi dan orang shalih sebagai masjid (baca: tempat beribadah), maka
sesungguhnya aku melarang kalian dari hal tersebut.” (HR. Muslim)
Menjadikan Kubur Sebagai Tempat Beribadah
Rosululloh mengingatkan umatnya agar tidak menjadikan kubur beliau
sebagai berhala yang disembah selain Alloh, terlebih lagi apabila kubur
itu kubur selain beliau. Beliau berkata, “Ya Alloh janganlah Kau
jadikan kuburku sebagi berhala yang disembah. Sungguh besar kemurkaan
Alloh terhadap orang yang menjadikan kubur nabi mereka sebagai masjid.” (HR. Malik, Abu Nu’aim)
Bandingkan dengan realita kaum muslimin sekarang ini. Mereka lebih
senang untuk membaca Al Quran di kuburan, akan tetapi di rumahnya
sendiri kosong dari bacaan Al Quran. Bukankah Rosululloh bersabda, “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan…” (HR. Abu Daud, Ahmad)
Menerangi Kubur (Memberinya Lentera, Lilin dll) dan Membangun Kubah di Atasnya
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam memperingatkan
umatnya bahaya menerangi kubur. Hal ini karena mendirikan bangunan dan
memberi penerangan di atas kubur, mengapur, memberi tulisan dan
menjadikannya sebagai masjid adalah termasuk perkara-perkara yang dapat
menjerumuskan ke dalam kesyirikan. Ibnu Abbas radhiyallohu ‘anhuma berkata, “Rosululloh melaknat para wanita yang banyak berziarah ke kubur, orang-orang yang menjadikannya sebagai masjid dan orang yang memberi penerangan di atasnya.” (HR. An Nasai, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah)
Rosululloh membersihkan bumi ini dari perkara-perkara yang
menjerumuskan ke dalam kesyirikan. Beliau pun telah mengutus beberapa
sahabatnya untuk merobohkan kubah-kubah tinggi yang ada di atas kubur
dan menghancurkan gambar-gambar ataupun. Abu Al Hayyaj Al Asady berkata,
Ali bin Abi Tholib berkata kepadaku, “Maukah engkau kuutus membawa
tugas seperti Rosululloh telah mengutusku, yaitu janganlah engkau
biarkan gambar atau patung kecuali engkau hancurkan, dan janganlah
engkau biarkan kubur yang tinggi kecuali engkau ratakan.” (HR. Muslim). Wallohu A’lam bish Showab.
***
Penulis: Abu Yusuf Johan Lil Muttaqin
Jurus Penyesatan Iblis
Ketahuilah, bahwa Iblis telah memasang berbagai jenis perangkap untuk
menggiring manusia menuju neraka. Perangkap setan yang paling berbahaya
ialah perangkap kesyirikan. Dari jalan inilah manusia di muka bumi ini
banyak disesatkan. Alloh berfirman, “Sesungguhnya orang yang
mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka pasti Alloh mengharamkan
kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi
orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (Al Maidah: 72)
Berikut ini beberapa jalan yang akan menuntun seseorang ke dalam lembah kesyirikan. Wal ‘iyadzu billah.
Berlebih-Lebihan Terhadap Orang-Orang Shalih
Sikap ekstrim dengan mengagungkan orang shalih adalah fenomena yang
amat lazim kita temui, baik dulu maupun sekarang. Awalnya manusia sejak
terusirnya nabi Adam ke bumi adalah masih dalam keadaan Islam. Ibnu
Abbas berkata, “Dalam rentang waktu di antara nabi adam dan Nuh itu ada sepuluh generasi. Semuanya masih dalam keadaan islam.”
(HR. Hakim) Setelah itu menyebarlah kesyirikan di bumi untuk kali
pertamanya dengan sebab sikap ekstrim tersebut. Maka Alloh mengutus Nuh ‘alaihis salam
yang menyeru untuk beribadah hanya kepada-Nya dan melarang peribadahan
kepada selain-Nya. Tetapi kaum nabi Nuh justru membantahnya. “Dan
mereka berkata: ‘Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan)
tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan
(penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr’.” (Nuh: 23)
Inilah nama-nama orang sholih yang ada pada kaum nabi Nuh ‘alaihis salam.
Tatkala mereka meninggal, setan membisikkan kepada kaum ini untuk
membuat gambar dan patung orang-orang shalih tersebut pada tempat ibadah
mereka kemudian menamainya sesuai nama-nama mereka. Mereka beralasan
dengan melihat dan mengenang patung serta gambar tersebut, mereka dapat
meningkatkan semangat ibadah kepada Alloh. Dalam fase ini mereka belum
menyembahnya, sampai kemudian generasi ini meninggal dan bergantilah
generasi selanjutnya serta orang tidak lagi mengenal ilmu tauhid, akhirnya patung-patung tersebut disembah.
Sesungguhnya setan mengajak untuk bersikap ekstrim terhadap
orang-orang shalih dan mengajak untuk beribadadah kepada kubur. Mereka
membisikkan ke dalam hati manusia bahwa sesungguhnya membuat bangunan di
atas kubur dan beri’tikaf di dekatnya adalah salah satu tanda cinta
terhadap para nabi dan orang shalih. Begitupula berdoa di samping kubur
itu mustajab (akan terkabul). Setelah itu setan memindah mereka
dari tingkatan ini menuju berdoa dan bersumpah kepada Alloh dengan nama
penghuni kubur tesebut. Tatkala hal ini tertanam dalam benak mereka,
setan menggiring mereka untuk berdoa dan meminta kepada penghuni kubur
serta meminta syafaat kepada selain Alloh, mengambil kuburan sebagai
berhala atau tempat bergantung, thowaf (mengelilingi) di
kuburan, menciuminya dan menyembelih hewan di sisinya. Setelah tahap
ini, setan kemudian menggiring mereka menuju tingkat keempat, yaitu
menyeru kepada manusia untuk beribadah kepada kubur dan menjadikannya
sebagai tempat perayaan. Setelah itu membisikkan pada mereka bahwa siapa
saja yang melarang hal-hal di atas, berarti mencela para nabi dan orang
shalih yang merupakan orang-orang mulia (Lihat Nurut Tauhid wa Zhulumatus Syirk karya Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthany).
Membangun Masjid di Atas Kubur dan Membuat Gambar di Dalamnya
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mengingatkankan
bahaya membangun masjid di atas kubur dan menjadikan kubur sebagai
masjid (baca: tempat untuk beribadah), karena ibadah kepada Alloh di
dekat kubur orang-orang shalih merupakan hal yang dapat menjerumuskan ke
dalam peribadatan kepada mereka. Tatkala Ummu Habibah dan Ummu Salamah
menceritakan kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tentang gereja yang ada di Habasyah (Ethiopia) yang di dalamnya terdapat gambar-gambar, beliau berkata, “Sesungguhnya
mereka itu ketika seorang shalih di kalangan mereka meninggal, mereka
membangun masjid di atas kuburnya, kemudian membuat gambar di dalamnya.
Merekalah sejelek-jelek makhluk di sisi Alloh pada hari kiamat.” (HR. Bukhori, Muslim). Bahkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam memperingatkan umatnya tatkala di akhir hayatnya. Beliau berkata, “Alloh melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani. Mereka menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjid”. Aisyah berkata, “Beliau memperingatkan dari perbuatan mereka.” (HR. Bukhori, Muslim). Beliau juga bersabda sebelum wafat, “Ketahuilah
bahwa sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menjadikan kubur para
nabi dan orang shalih sebagai masjid (baca: tempat beribadah), maka
sesungguhnya aku melarang kalian dari hal tersebut.” (HR. Muslim)
Menjadikan Kubur Sebagai Tempat Beribadah
Rosululloh mengingatkan umatnya agar tidak menjadikan kubur beliau
sebagai berhala yang disembah selain Alloh, terlebih lagi apabila kubur
itu kubur selain beliau. Beliau berkata, “Ya Alloh janganlah Kau
jadikan kuburku sebagi berhala yang disembah. Sungguh besar kemurkaan
Alloh terhadap orang yang menjadikan kubur nabi mereka sebagai masjid.” (HR. Malik, Abu Nu’aim)
Bandingkan dengan realita kaum muslimin sekarang ini. Mereka lebih
senang untuk membaca Al Quran di kuburan, akan tetapi di rumahnya
sendiri kosong dari bacaan Al Quran. Bukankah Rosululloh bersabda, “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan…” (HR. Abu Daud, Ahmad)
Menerangi Kubur (Memberinya Lentera, Lilin dll) dan Membangun Kubah di Atasnya
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam memperingatkan
umatnya bahaya menerangi kubur. Hal ini karena mendirikan bangunan dan
memberi penerangan di atas kubur, mengapur, memberi tulisan dan
menjadikannya sebagai masjid adalah termasuk perkara-perkara yang dapat
menjerumuskan ke dalam kesyirikan. Ibnu Abbas radhiyallohu ‘anhuma berkata, “Rosululloh melaknat para wanita yang banyak berziarah ke kubur, orang-orang yang menjadikannya sebagai masjid dan orang yang memberi penerangan di atasnya.” (HR. An Nasai, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah)
Rosululloh membersihkan bumi ini dari perkara-perkara yang
menjerumuskan ke dalam kesyirikan. Beliau pun telah mengutus beberapa
sahabatnya untuk merobohkan kubah-kubah tinggi yang ada di atas kubur
dan menghancurkan gambar-gambar ataupun. Abu Al Hayyaj Al Asady berkata,
Ali bin Abi Tholib berkata kepadaku, “Maukah engkau kuutus membawa
tugas seperti Rosululloh telah mengutusku, yaitu janganlah engkau
biarkan gambar atau patung kecuali engkau hancurkan, dan janganlah
engkau biarkan kubur yang tinggi kecuali engkau ratakan.” (HR. Muslim). Wallohu A’lam bish Showab.
***
Penulis: Abu Yusuf Johan Lil Muttaqin
beberapa faktor Awas Faktor Pemicu Kesyirikan! yang paling baru dan terbaru dan terlengkap yang paling baru dan paling lengkap
Setan sebagai musuh utama anak Adam tidak akan henti-hentinya
mendakwahkan kesesatan dan menjauhkan manusia dari jalan Alloh
sejauh-jauhnya. Alloh berfirman yang artinya, “Sesungguhnya syaitan
itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena
sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya
mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6).
Maka tidak selayaknya bagi makhluk yang berakal untuk lalai dari makar
dan tipu daya mereka seperti bisikan, was-was, godaan, kerancuan dan
menampakkan kebatilan dalam bentuk kebenaran.
